TUGAS UTS & UAS MANAGEMEN STRATEJIK

TUGAS
MANAJEMEN STRATEJIK
LATAR BELAKANG PERUSAHAAN
Pizza Hut merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang restoran dalam skala restoran yang cukup besar dan lebih dari 240 restoran yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan banyaknya restorant yang tersebar seluruh Indonesia, maka pengontrolan pada masing – masing restoran masih sangat minim oleh kantor pusat. Terlebih pada cost control yang merupakan aspek penting dalam kelangsngan usaha. Banyak timbul masalah dari cost yang dikeluarkan perusahaan terlebih apabila cost yang dikeluarkan untuk proses produksi lebih besar dari bdget cost yang sudah ditentkan perusahaan.
Banyak manipulasi data pada saat seorang Restoran Manajer melakukan perhitungan cost, hal ini karena perhitungan cost merupakan salah satu aspek yang harus tercapai sesuai budget per bulannya yang nantinya akan berpengaruh pada system pembonusan seorang Restoran Manajer dan semua karyawan dalam satu restoran. Karena manipulasi itulah banyak seorang Restoran Manajer yang harus meninggalkan perusahaan ini secara tidak hormat atau yang sering disebut dengan Putus Hubungan Kerja.
Selain itu, banyaknya hal yang menjadi focus perusahaan terutama dalam hal peningkatan sales, namun tidak diimbangi dengan efisiensi biaya tau cost yang dikeluarkan. Banyak biaya yang terbuang sia – sia terutama pada penggunaan bahan makanan.
Berdasarkan permasalahan pada perusahaan tersebut, maka hal yang paling mendasar adalah pada saat proses penerimaan bahan dasar product dari supplier, penyimpanan bahan baku, system rotasi bahan baku serta pada saat proses pembuatan product. Hal – hal yang mendasar tersebut dapat membantu Restoran Manajer dan karyawannya mendapatkan bonus pabila dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan.

VISI
“To be Affordable Value to The Customer and Employee Welfare”
MISI
1. Memberikan training pada semua level manajemen bagaimana cara pemesanan, penerimaan, penyimpanan bahan baku product.
2. Memberikan training pada semua level manajemen untuk selalu melakukan pengawasan di jam operasional ke pada semua anggota tim pada saat pembuatan product.

TUJUAN
1. Tercapainya target efisiensi biaya pembuatan product dengan HPP 0,5% dari pendapan [er bulannya
2. Terciptanya segmen pasar baru yaitu customer dari kalangan menengah ke bawah pada tahun 2013
3. Terciptanya kesejahteraan karyawan, yaitu bonus yang di dapat dari perhitungan cost yang akurat.

 

 

Strategi Organisasi Pizza Hut

 

Keunggulan bersaing yang dimiliki oleh Restoran Pizza Hut dengan restoran yang lainnya bila dilihat dari teori Generic Strategies Michael Porter terletak pada differensiasi  keunikan dan keunggulan, kualitas serta pelayanannya. Dengan di dukung Sumber Daya Manusia yang berkompeten dalam bidang industry pangankhususnya pada inovasi produk yang menjamin mutu dan kualitas produk, serta didukung Sumber Daya Manusia yang berkompeten dalam bidang service yang memprioritaskan kepuasan pelanggan, tentu saja hal tersebut semakin memberikan nilai tambah bagi Pizza Hut sebagai restoran yang mempunyai Branded yang telah di kenal masyarakat luas.

 

Oleh karena itu, dengan differensiasi yang dimiliki tersebut Pizza Hut dapat melakukan strategi-strategi diantaranya adalah:

 

  1. Pengembangan pasar (Market Development)

 

Dengan semakin berkembangannya pembangunan di daerah disertai dengan meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat daerah yang secara rasional berkemampuan untuk membeli, maka restoran Pizza Hut bisa berfokus pada pengembangan market melalui program ;

 

  1. Pembukaan Restoran Baru

 

Perusahaan dapat melakun survey ke daerah – daerah setingkat kabupaten yang berpotensi industry restoran kedepannya. Dengan focus membuka restoran di daerah – daerah tersebut, maka perusahaan dapat secara langsung memperkenalkan produknya ke kalangan masyarakat daerah yang belum tersentuh oleh pasar industry yang setara Restoran Pizza Hut.

 

  1. Target Pasar

 

Target pasar merupakan salah satu hal yang paling mendasar sebelum perusahaan meluncurkan produknya untuk dijual ke pasaran. Perusahaan sebelum menciptakan produk harus merencanakan kepada siapa produk tersebut harus dijual secara spesifik menurut tingkat pendapatan, kelas ekonomi, atau usia target pasarnya.

 

Selama ini restoran Pizza Hut dipandang sebgai restoran untuk kalangan kelas menengah keatas. Untuk menghilangkan image tersebut, perusahaan bisa membuat produk yang juga bisa dijangkau pasar kelas menengah kebawah namun dengan rasa dan kualitas yang sama dengan produk yang ada serta pelayanan yang sama dan rata untuk semua pelanggannya.

 

Selain itu, perusahaan bisa membuat program – program sejenis “Pizza Maker” yang ditujukan untuk Instasi – Instasi pendidikan misalnya bekerja sama dengan sekolah TK, SD, SMP, SMA atau setingkat perguruan tinggi di bidang ketatabogaan, hal ini bisa menimbulakan target pasar yang baru yaitu target pasar masayarakat usia muda sampai dengan usia dewasa.

 

 

 

  1. Pengembangan Produk

 

Pizza merupakan sejenis roti yang berasal dari Itali dengan topping daging, seafood, cheese dan sayur. Makanan tersebut sangat tidak sesuai dengan makanan pokok masyarakat Indonesia dimana nasi dan lauk merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia sedangkan makanan pokok masyarakat Itali adalah keju dan roti. Dengan melihat dua makanan pokok tersebut bisa dilihat adalah dua jenis makanan yang berbeda.

 

Namun dengan tidak mengesampingan selera masyarakat Indonesia, maka Pizza Hut dapat melakukan strateginya dengan focus pada :

 

  1. Inovasi Produk Cita Rasa Indonesia

 

–       Menciptakan product baru misalnya pizza dengan rasa pedas lada hitam disertai topping daging ayam yang sesuai selera masyarakat Indonesia.

 

–       Selain menyajikan menu Pizza, perusahaan bisa menciptakan aneka produk lainnya, misalnya yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia yaitu nasi. Nasi bisa disajikan dengan cara dipanggang pada proses pemasakannya namun tetap bercita rasa nasi goreng kesukaan masyarakat Indonesia.

 

 

 

  1. Inovasi Produk Baru dari Produk yang Kurang Pada Tingkat Penjualannya

 

Menciptakan produk ini bukan menmbuat produk dari sisa produk yang tidak laku terjual atau tidak layak untuk disajikan. Namun yang dimaksud disini adalah menciptakan produk baru dengan kualitas yang baik dari bahan produk yang kurang tingkat penjualannya karena terjadi titik jenuh pada pelanggan. Misalnya adonan pizza yang merupakan bahan utama untuk pizza lengkap toppingnya dibuat sebagai appetizer (hidangan pembuka) dengan porsi yang lebih ringan dengan tambahan bumbu yang ringan juga dari ingredient yang sudah ada di restoran Pizza Hut tanpa perlu tambahan ingredient yang baru. Hal ini membantu perusahaan menekan cost yang dikeluarkan dan memberikan harga yang terjangkau untuk masyarakat.

 

 

 

Kebijakan Organisasi.

 

 

1.      Membentuk SDM yang berkualitas sebelum membuka restoran untuk melakukan training ke karyawan yang baru atau bisa disebut New Restaurant Trainer.Melakukan survey dengan seksama, minimal satu tahun sebelum restoran dibuka untuk mengetahi jumlah pendapatan perkapita, jumlah pengunjung wilahnya sekirnya, budaya masyarakat sekitarnya.

 

 2.      Memanfaatkan media internet dan jaringan social untuk mempromosikan program-program dan produk-produk baru di Pizza Hut.

Program Kerja Organisasi            Berikut disajikan gambar table program kerja organisasi yang dibuat berdasarkan strategi organisasi. Dalam Program kerja tersebut mengandung competitive advantage sebagai berikut :

    1. 1.      Cost Advantage ;
    • Variable Cost
    • Marketing Cost
    • Operational Cost
    1. 2.      Differentation Advantage ;
    • Product Defferentiation
    • Service Quality
    • Brand Reputation
    1. 3.      Marketing Advantage;
    • Distribution
    • Sales Effort
    • Brand Awareness

     

     

     

 

 

Tugas

TUGAS
MANAJEMEN STRATEJIK
LATAR BELAKANG PERUSAHAAN
Pizza Hut merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang restoran dalam skala restoran yang cukup besar dan lebih dari 240 restoran yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan banyaknya restorant yang tersebar seluruh Indonesia, maka pengontrolan pada masing – masing restoran masih sangat minim oleh kantor pusat. Terlebih pada cost control yang merupakan aspek penting dalam kelangsngan usaha. Banyak timbul masalah dari cost yang dikeluarkan perusahaan terlebih apabila cost yang dikeluarkan untuk proses produksi lebih besar dari bdget cost yang sudah ditentkan perusahaan.
Banyak manipulasi data pada saat seorang Restoran Manajer melakukan perhitungan cost, hal ini karena perhitungan cost merupakan salah satu aspek yang harus tercapai sesuai budget per bulannya yang nantinya akan berpengaruh pada system pembonusan seorang Restoran Manajer dan semua karyawan dalam satu restoran. Karena manipulasi itulah banyak seorang Restoran Manajer yang harus meninggalkan perusahaan ini secara tidak hormat atau yang sering disebut dengan Putus Hubungan Kerja.
Selain itu, banyaknya hal yang menjadi focus perusahaan terutama dalam hal peningkatan sales, namun tidak diimbangi dengan efisiensi biaya tau cost yang dikeluarkan. Banyak biaya yang terbuang sia – sia terutama pada penggunaan bahan makanan.
Berdasarkan permasalahan pada perusahaan tersebut, maka hal yang paling mendasar adalah pada saat proses penerimaan bahan dasar product dari supplier, penyimpanan bahan baku, system rotasi bahan baku serta pada saat proses pembuatan product. Hal – hal yang mendasar tersebut dapat membantu Restoran Manajer dan karyawannya mendapatkan bonus pabila dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan.

VISI
“To be Affordable Value to The Customer and Employee Welfare”
MISI
1. Memberikan training pada semua level manajemen bagaimana cara pemesanan, penerimaan, penyimpanan bahan baku product.
2. Memberikan training pada semua level manajemen untuk selalu melakukan pengawasan di jam operasional ke pada semua anggota tim pada saat pembuatan product.

TUJUAN
1. Tercapainya target efisiensi biaya pembuatan product dengan HPP 0,5% dari pendapan [er bulannya
2. Terciptanya segmen pasar baru yaitu customer dari kalangan menengah ke bawah pada tahun 2013
3. Terciptanya kesejahteraan karyawan, yaitu bonus yang di dapat dari perhitungan cost yang akurat.